👁 651 views since March 4, 2026

Harga Telur Naik Jelang Ramadan, Wali Kota Malang Pastikan Stok Aman Meski Produksi Terbatas

Jurnalismalang – Kenaikan harga bahan pangan tidak hanya terjadi pada cabai. Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Malang tercatat berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram, sementara telur ayam kampung mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Konsumsi rumah tangga untuk kebutuhan sahur dan berbuka, serta aktivitas mahasiswa yang kembali aktif, turut mendorong pergerakan harga di pasar.

“Momentum seperti ini biasanya memang ada peningkatan permintaan. Untuk kebutuhan sahur, berbuka, hingga produksi takjil,” ujarnya.

Meski harga mengalami kenaikan, Wahyu memastikan ketersediaan stok masih dalam kondisi aman. Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan dari sisi pasokan hingga distribusi di pasar.

“Kita pantau terus stok dan distribusinya. Kalau ada gejolak signifikan, tentu akan kita lakukan langkah penanganan,” tegasnya.


(Slamet Husnan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Malang)

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan bahwa produksi telur di dalam kota memang terbatas. Untuk ayam petelur, terdapat sekitar sembilan kandang di wilayah Wonokoyo dengan kapasitas bervariasi, mulai 2.500 hingga 9.000 ekor per kandang.

“Produksi sangat tergantung pada jumlah populasi di tiap kandang. Kalau penuh, produksinya optimal. Namun secara umum, produksi lokal masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan Kota Malang,” jelasnya.

Untuk peternak ayam kampung, jumlahnya lebih sedikit lagi. Tercatat hanya sekitar lima lokasi dengan rata-rata populasi antara 3.000 hingga 6.000 ekor.

Keterbatasan produksi lokal tersebut membuat pasokan telur masih bergantung pada daerah penyangga. Meski demikian, hingga saat ini distribusi dinilai berjalan lancar dan belum terjadi kelangkaan di pasaran.

Wali Kota Malang berharap koordinasi antara peternak, distributor, dan pemerintah dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat selama Ramadan. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top