Jurnalismalang – Perjalanan panjang Sekolah Hua Ind memasuki usia ke-75 tahun. Dengan mengusung tema “Odyssey of Light – Cahaya yang Dititipkan”, rangkaian peringatan telah dimulai sejak tahun 2025 sebagai wujud syukur sekaligus refleksi perjalanan pendidikan lintas generasi.
Ketua Rangkaian 75 Tahun Sekolah Hua Ind, Maria Margaretha A.S.P atau Rita, menyampaikan bahwa peringatan ini dirancang bukan sekadar seremoni, tetapi ruang untuk merayakan nilai, proses, dan cahaya pendidikan yang terus diteruskan.
“Rangkaian 75 tahun sudah kami mulai sejak 2025. Kali ini, talenta anak-anak Sekolah Hua Ind kami tampilkan sebagai simbol cahaya yang terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
Tak hanya menampilkan bakat siswa, peringatan ini juga mengajak publik menelusuri kembali sejarah perjalanan Sekolah Hua Ind sejak awal berdiri. Sejarah itu dikemas ringan, edukatif, dan relevan agar generasi muda mengenal akar serta nilai yang diwariskan.

Menatap ke depan, panitia juga tengah menyiapkan rencana pembuatan film yang mengangkat perjalanan Sekolah Hua Ind. Film tersebut diharapkan menjadi dokumentasi sekaligus pengingat bahwa cahaya pendidikan lahir dari proses panjang, ketekunan, dan kebersamaan.
Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, Pater Agustinus Lie, menegaskan bahwa 75 tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda konsistensi Sekolah Hua Ind dalam mendidik dengan nilai dan karakter.
Sementara itu, Mgr. Prof. dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, Uskup Keuskupan Malang, mengapresiasi peran Sekolah Hua Ind dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, beriman, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Di usia ke-75 tahun, Sekolah Hua Ind terus melangkah membawa cahaya yang dititipkan—dari masa lalu, dijaga hari ini, dan diteruskan untuk masa depan. (DnD)