Jurnalismalang.com – Dalam acara peresmian Festival Mbois 10 dan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 bertemakan “Nusantaraya – Senyawa Malang Raya”, pada Kamis (6/11/2025) di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Malang Creative Fusion meluncurkan buku 10 Tahun Perjalanan MCF: Mencintai Kota Malang,” sebuah buku karya Dadik Wahyu Chang, Vicky Arief H, Amar Alpabet, dan sejumlah pelaku kreatif lainnya.
Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang menyampaikan, buku tersebut merupakan perjalanan 10 tahun MCF mencintai Kota Malang, dimana dalam perjalanannya ditemukan banyak hal di Kota Malang yang perlu diakselerasi, salah satunya dengan cara bagaimana berjumpa dengan banyak kawan.
“Munculnya MCF menandai bahwa connecting dengan kawan-kawan akan menjadi akselerasinya itu. Kemudian kita melakukan kolaborasi dan salah satunya melalui Festival Mbois ini,” tutur Dadik, yang juga menjadi salah satu penulis dalam buku “10 Tahun MCF: Mencintai Kota Malang”.
Ia melanjutkan, kolaborasi tersebut nantinya akan dikomersilkan, yang otomatis akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Malang, dimana hal tersebut merupakan bagian dari 3 prinsip MCF, yakni membersamai dan mencintai Kota Malang, untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

“Dengan kejadian kolaborasi ini, bahkan kita pertumbuhan ekonomi yaitu komersialisasi. Inilah menjadi tiga prinsip MCF, membersamai kota kita, mencintai kota untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi,” sambungnya.
Dadik menambahkan, peluncuran buku tersebut menjadi simbol refleksi, sekaligus penghormatan bagi semangat kolaborasi yang terus menggerakkan kota.
“Semangat “Senyawa Malang Raya,” Festival Mbois 10 ini diharapkan melahirkan ide-ide baru, memperkuat sinergi antardaerah, dan membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bergema hingga tingkat dunia,” pungkasnya.(DnD)