Marak Rentenir Berkedok Koperasi, LBH Malang Minta Kepala Daerah Tindak Tegas

Jurnalismalang – Advokat tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang, resmi mendampingi Rusdi salah satu korban nasabah koperasi yang ada di Kota Batu.

Wiwied Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H selaku Advokad Publik dari LBH Malang mengatakan, untuk membangun masyarakat yang adil dan sejahtera pada prinsipnya ekonomi harus dibangun. Dasar salah satunya yakni, pilarnya adalah koperasi.

“Koperasi itu seharusnya bisa dibagian dari menjamin bagaimana kesejahteraan itu merata. Tetapi ternyata fakta di lapangan sekarang banyak sekali rentenir yang justru berpraktek sebagaimana layaknya koperasi. Bahkan, ironisnya lebih galak dari bank. Sehingga efeknya koperasi-koperasi itu tak ubahnya sama dengan renternir,” terang Wiwied, pada Sabtu (2/5/2020) malam saat memdampingi klienya.

Ia jelaskan pula, seharusnya sekarang negara itu turut hadir dan memberikan jaminan kepada tiap-tiap warga negara. Supaya segala aturan-aturan terkait dengan koperasi itu berjalan dengan benar, dan efektif. Guna menjamin masyarakat mendapatkan koperasi yang bisa memeratakan kesejahteraan.

“Jadi, kalau negara diam tidak melakukan upaya apa pun yang kira-kira bisa menjamin koperasi itu berjalan dengan baik dan benar. Ya, saya kira negara menjadi salah. Itu point dasarnya, kenapa kami berkeunginan agar koperasi itu berjalan dengan baik. Dan negara harusnya dapat menjamin koperasi itu berjalan dengan baik. Sebagaimana kebutuhan yang tertuang dari undang-undang,” jelasnya.

Senada ditegaskan, Andi Rachmanto, S.H, ketua LBH Malang terkait permasalahan yang dimaksud hendaknya pemerintah seharusnya turut hadir pula dalam menangani masalah tersebut.

“Sudah seharusnya Pemerintah hadir terkait permasalahan ini. Seperti yang terjadi di Lumajang, bahkan Bupatinya sampai turun tangan langsung menindak tegas koperasi yang bertindak “over laping” (layaknya per-Bankan bahkan rentenir). Kalau di daerah lain bisa, kenapa Malang Raya tidak?,” seru Andi sapaan akrabnya.

“Kami ini hanyalah masyarakat kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Harapan kami kepada pemerintah Kota Batu tolong kami selaku nasabah dan selaku masyarakat kecil ini dilindungi hak kami. Kami memang berhutang, kami juga ingin membayar dan menyelesaikan hutang kami. Dan aset kami juga segera dikembali ke tangan kami,” pinta Rusdi salah satu korban penuh harap. (DMN/DnD)

Share

PinIt
submit to reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top