Bimbingan Pra Nikah Menekan Angka Perceraian dan Angka Kemiskinan

Jurnalismalang – Pembekalan pranikah dipastikan akan diterapkan oleh pemerintah, untuk mencegah bertambahnya angka kemiskinan dan munculnya penyakit sosial hingga pada kasus perceraian yang memiliki angka cukup tinggi di Indonesia.

Muhadjir Effendy, Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, bahwa Wisudawan – Wisudawati UMM tidak boleh menambah jumlah keluarga miskin baru, karena lulusan UMM harus dapat mengurangi angka kemiskinan dan stunting, agar melahirkan generasi emas yang memiliki daya saing.

“Kalau keluarganya miskin, maka bisa berdampak luas mulai munculnya penyakit sosial, stunting dan hilangnya generasi emas yang dimulai dari keluarga. Untuk itu sangat perlu adanya bimbingan pra nikah, agar dari keluarga bisa dimulai pendidikan yang baik dan menekan angka perceraian,” ungkap Muhadjir Effendy didepan ribuan wisudawan wisudawati UMM, Sabtu (30/11/2019).

Menko PMK menambahkan, angka perceraian keluarga muda yang sangat tinggi, dari 2 juta pasangan yang menikah, terjadi perceraian sebanyak 250 ribu, semoga dengan bimbingan pra nikah maka dapat memutus angka kemiskinan.

“Pelaksanaan bimbingan pra nikah sangat penting, semoga hal ini dapat dilaksanakan dengan baik sampai ditingkat bawah, agar generasi emas di Indonesia bisa terjaga dengan baik,” pungkas Muhadjir Effendy. (DnD)

Share

PinIt
submit to reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top