Salah Satu Murid SMPN 2 Kota Batu Dituduh Menjadi Pengoplos Minuman

Jurnalismalang – Tak terima anaknya dituduh mengoplos minuman dan dipaksa mengakui perbuatannya, Jhonny S.R orang tua wali murid SMPN 2 Kota Batu berinisial (IC) mendatangi ke sekolah.

Kepada awak media Jhonny menuturkan, kedatangannya didampingi istrinya Eka Wati bermaksud meminta surat perjanjian, agar pihak sekolah tidak mengintimidasi dan sekaligus sebagai jaminan.

“Ya, kedatangan kami selaku orang tua IC bermaksud meminta surat perjanjian agar anak saya biar tetap bersekolah, tanpa adanya intimidasi dari pihak sekolah kepada anak saya,” ungkapnya.

Johny juga menceritakan kronologis peristiwa yang menimpa anaknya tersebut tidak benar, karena pada waktu kejadian anaknya tengah berada di rumah sakit.

“Anak saya itu sakit cacar, tapi kok dituduh otak dari murid-murid yang ketahuan mengoplos minuman di sekolah. Jadi saya tidak terima, apalagi anak saya juga dipaksa mengakui perbuatan yang sama sekali tidak dilakukannya oleh kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara itu IC juga mengaku, kalau dirinya dipaksa mengakui tuduhan sekolah dalam mengoplos minuman.

“Saya dipaksa mengaku oleh bapak kepala sekolah, karena takut ditempeleng dan dikeluarkan dari sekolah, ya saya akhirnya mengaku, walaupun saya tidak pernah mengoplos. Karena waktu itu kan saya di rumah sakit,” ungkapnya dengan polos.

Sementara itu Sudiyono, kepala Sekolah SMPN 2 Kota Batu membantah telah memaksa salah satu murid untuk mengakui dan membantah adanya ancaman, apalagi menempeleng atau mengeluarkan murid dari sekolah.

“Itu tidak benar mas, ya namanya saja anak-anak. Waktu itu saya memang memanggil yang bersangkutan, tapi tidak memaksa untuk mengakui, apalagi mengancam mau menempeleng dan mengeluarkan dari sekolah,” ujarnya. (DnD)

Share

PinIt
submit to reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top