Ratusan Siswa SDK Santa Maria 3 Kampanyekan Stop Plastik

Jurnalismalang – Fenomena alam di Indonesia telah menunjukkan hal kerusakan iklim, mulai anomali atau ketidakpastian musim, cuaca ekstrim, badai tropis yang semakin sering, kekeringan melanda di berbagai daerah, banjir, kenaikan muka air laut, peningkatan abrasi, dan bahkan mulai ‘tenggelamnya’ sebagian wilayah kota pesisir di Indonesia. Beberapa wilayah di Semarang misalnya, mulai ditinggalkan oleh penduduknya karena tergenang banjir terus menerus.

Sugiyo Pranoto, Koordinator Aksi dari SDK Santa Maria 3 menyampaikan, hari Jumat tanggal 13 September 2019, digelar aksi solidaritas bersama, oleh keluarga besar SDK St Maria III Malang (guru, orangtua, komite, dan alumni), dengan melakukan pawai solidaritas bersama yang dilakukan oleh sekitar 300 anak dari sekolah, jalan raya Langsep, Perempatan Dieng, lalu kembali ke Jalan Raya Langsep.

“Selain itu juga diadakan pertunjukan alat musik perkusi, pembacaan puisi dan menyanyi lagu-lagu nasional, yang ditutup dengan kegiatan rohani sekolah berupa misa dipimpin oleh Romo Gregorius Kukuh Nugroho, CM dengan harapan menjadi salah satu pemantik kesadaran dan ‘awareness’ isu Darurat Iklim di kalangan masyarakat Kota Malang dan diharapkan akan menyebar ke seluruh masyarakat lain melalui liputan media,” tukas Sugiyo Pranoto.

Sementara itu Bagas dan Jihan perwakilan siswa SDK Santa Maria 3 yang mengajak semua warga Malang Raya, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, serta mengingatkan efek rumah kaca yang menyebabkan es di kutub mencair dan beberapa wilayah pemukiman di Indonesia yang mulai tergenang air banjir.

“Beberapa tempat di Semarang sudah ada yang tergenang air dan tidak bisa surut, hutan di Indonesia yang terus terbakar, eksploitasi alam secara besar-besaran dan penggunaan plastik yang berlebihan, kita mengajak semua untuk mengurangi plastik secara dini, seperti belanja membawa tas belanja sendiri,” tambah Bagas dan Jihan saat ditemui jurnalismalang.com.

Menanggapi hal itu Sr. Maria Cornelly, SPM, Kepala Sekolah SDK Santa Maria III menambahkan, pihak sekolah sangat mendukung aksi ini, karena sejalan dengan visi pendidikan sekolahnya tentang kecintaan lingkungan.

“Kami baru sadar juga, ternyata kita sudah sedemikian darurat dalam hal iklim, maka kami mengijinkan anak-anak didik kami ikut dalam kegiatan ini, serta yang terdampak soal krisis iklim ya anak-anak ini nantinya. Disamping akan menyadarkan anak-anak, diharapkan akan membawa kesadaran pada orang tua dan keluarganya masing-masing,” lengkap Sr. Maria Cornelly, SPM. (DnD)

Share

PinIt
submit to reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top